IMB dan PBG Dinilai Perlu Dipahami Sejak Tahap Perencanaan

image

Pemahaman mengenai IMB dan PBG dinilai perlu dilakukan sejak tahap perencanaan bangunan. Perizinan tidak lagi dipandang sebagai urusan administratif di akhir proyek, melainkan bagian penting dari proses perencanaan yang menentukan kelancaran dan legalitas pembangunan.

image
image

Seiring perubahan regulasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kini telah bertransformasi menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Meski konsepnya berbeda, tujuan utama perizinan tetap sama, yaitu memastikan bangunan memenuhi ketentuan teknis, keselamatan, dan tata ruang yang berlaku.

Dalam praktik di lapangan, masih banyak pemilik properti yang belum memahami perbedaan dan fungsi IMB maupun PBG. Ketidaktahuan ini sering kali menyebabkan perizinan diproses terlambat atau bahkan harus direvisi karena tidak sesuai dengan perencanaan bangunan yang sudah berjalan.

Menurut praktisi desain dan konstruksi dari Casanova Jaya Design, pemahaman IMB dan PBG sejak awal sangat berpengaruh terhadap kelancaran proyek.

“Perizinan itu seharusnya jadi dasar perencanaan, bukan dikejar setelah bangunan berdiri,” ujar Singgih, perwakilan dari Casanova Jaya Design.

Ia menjelaskan bahwa PBG menekankan kesesuaian antara rencana teknis bangunan dan fungsi yang diusulkan. Artinya, desain, struktur, dan tata ruang harus selaras dengan ketentuan sejak awal agar proses persetujuan berjalan lancar.

Di lapangan, Singgih menyebutkan bahwa banyak kendala muncul karena desain bangunan tidak disiapkan dengan mempertimbangkan persyaratan PBG. Akibatnya, pemilik properti harus melakukan penyesuaian desain yang memakan waktu dan biaya tambahan.

“Kalau dari awal sudah disesuaikan, revisi bisa diminimalkan,” lanjutnya.

Selain aspek teknis, pemahaman perizinan juga berkaitan dengan perencanaan waktu proyek. Proses pengurusan IMB atau PBG membutuhkan tahapan tertentu yang tidak bisa dilewati begitu saja. Tanpa perencanaan yang baik, proyek berisiko mengalami keterlambatan.

Menurut Casanova Jaya Design, pemilik properti sering kali baru mengurus perizinan ketika pembangunan akan dimulai atau bahkan sudah berjalan. Pola ini justru meningkatkan risiko penundaan pekerjaan.

“Perizinan itu butuh waktu. Kalau tidak dihitung sejak awal, jadwal proyek bisa terganggu,” kata Singgih.

Di Jawa Tengah, perbedaan karakter wilayah juga memengaruhi proses perizinan. Setiap daerah memiliki ketentuan tata ruang dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi sesuai peruntukan bangunan.

Pemahaman yang minim terhadap ketentuan tersebut sering menyebabkan dokumen perizinan tidak lengkap atau tidak sesuai. Hal ini membuat proses persetujuan menjadi lebih panjang dan berulang.

Singgih menekankan bahwa IMB dan PBG seharusnya dipahami sebagai alat kontrol kualitas bangunan, bukan sekadar kewajiban administratif.

“Perizinan membantu memastikan bangunan aman dan sesuai aturan,” ujarnya.

Selain itu, bangunan yang memiliki perizinan lengkap memberikan kepastian hukum bagi pemiliknya. Legalitas yang jelas memudahkan pengelolaan properti dan mengurangi risiko masalah di kemudian hari.

Dalam beberapa kasus, bangunan tanpa izin yang sesuai justru memerlukan proses legalisasi tambahan yang lebih rumit. Kondisi ini tentu merugikan pemilik properti, baik dari sisi waktu maupun biaya.

Sebagai konsultan yang menangani berbagai proyek bangunan, Casanova Jaya Design menilai bahwa edukasi mengenai IMB dan PBG perlu menjadi bagian dari tahap awal perencanaan.

“Pemilik properti perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh sejak awal,” ujar Singgih.

Ia menambahkan bahwa pemahaman perizinan akan membantu pemilik properti mengambil keputusan desain yang lebih tepat dan realistis.

Informasi mengenai pendekatan perencanaan dan kepatuhan terhadap regulasi bangunan dapat diakses melalui Casanova Jaya Design, yang memuat berbagai referensi terkait proses desain, konstruksi, dan perizinan bangunan.

Ke depan, pemahaman IMB dan PBG diperkirakan akan semakin penting seiring berkembangnya sistem perizinan berbasis digital dan penataan wilayah. Perencanaan yang selaras dengan regulasi akan menjadi kunci kelancaran proyek.

Singgih menegaskan bahwa memahami perizinan sejak tahap perencanaan adalah langkah preventif yang sangat penting.

“Kalau IMB dan PBG sudah dipahami dari awal, proses pembangunan akan lebih tertib dan aman,” katanya.

Dalam proses pembangunan properti, pemanfaatan layanan perizinan bangunan gedung dinilai dapat membantu memastikan seluruh persyaratan IMB dan PBG dipahami serta dipenuhi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.